Toyota Fortuner dan Innova Crysta

Sumber: belimobilbaru.com/toyota

Pembuat mobil Jepang mencari bantuan perusahaan induk untuk sebuah solusi, bersamaan dengan sebuah permohonan untuk membangun UV baru bagi Indonesia untuk memenuhi permintaan yang melonjak.

Per laporan yang diterbitkan oleh Financial Express, Toyota Kirloskar Motor (TKM) menghadapi kendala produksi untuk dua model larisnya yaitu Toyota Fortuner dan Innova Crysta. Perusahaan telah melaporkan bahwa akan sulit untuk mengurangi waktu tunggu untuk salah satu dari UV (kendaraan utilitas) karena pabrik produksi yang mereka bangun telah mencapai 95 persen dari kapasitasnya. Seperti berdiri, masa tunggu untuk Fortuner berkisar antara 6-10 minggu, sementara Innova Crysta memiliki penundaan 4-6 minggu pada waktu pengiriman.

Tantangan sebenarnya bagi perusahaan adalah bahwa permintaan UV ini meningkat, bahkan setelah harga untuk Innova Crysta dan Fortuner masing-masing naik setelah Pajak Barang dan Jasa (GST) mulai berlaku. Direktur dan wakil presiden senior, pemasaran dan penjualan, TKM, dilaporkan mengkonfirmasi bahwa meskipun produksi Fortuner telah dua kali lipat dari 1.000 unit per bulan menjadi 2.000, perusahaan tersebut belum dapat menurunkan masa tunggu SUV terlarisnya.

Toyota memiliki dua pabrik produksi di India, keduanya di Bengaluru. Pabrik pertama, di mana Fortuner dan Innova Crysta diproduksi, memiliki kapasitas produksi 1 lakh per tahun. Pabrik kedua, yang merupakan rumah bagi Liva, Corolla Altis, Etios, dll, memiliki kapasitas produksi lebih tinggi dari 2,1 lakh unit per tahun. Namun, Toyota tidak dapat mengakomodasi produksi dua UV yang bersangkutan ke pabrik keduanya karena tidak dilengkapi untuk menghasilkan model tersebut.

TKM sekarang beralih ke perusahaan induknya, Toyota Motor Corporation (TMC), tidak hanya untuk membantu mengatasi kendala produksi tetapi juga untuk membawa lebih banyak UV untuk memaksimalkan permintaan kendaraan semacam itu.

Perusahaan induk pasti akan menyusun rencana untuk berinvestasi di pabrik produksinya untuk menangkap masa tunggu spiral. Sejauh menyangkut diskusi kedua, Toyota memiliki banyak tempat yang belum terisi untuk membawa persembahan UV lain yang lebih terjangkau. Misalnya, Toyota tidak memiliki produk apapun untuk mengambil Hyundai Tucson atau Creta. Dari portofolio produknya di Inggris, RAV4 akan menggunakan produk andalan Hyundai dan C-HR akan mengkhawatirkan Creta dengan pasti. Akankah kita menyaksikan pertarungan tinju ini terungkap? Hanya waktu yang akan memberitahu.

 

Related posts: