Coban Rondo di Kota Malang

Coban Rondo di Kota Malang
Coban Rondo di Kota Malang

Malang menawarkan berbagai tujuan wisata yang hebat karena kota ini memiliki begitu banyak atraksi untuk dinikmati. Selain taman hiburan, ada juga tempat pendidikan, museum, dan atraksi alam yang akan menyenangkan liburan Anda. Jangan lupa untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang wisata di Malang melalui travel juanda malang

Nikmati hiburan wisata menarik di Coban Pelangi . Coban Pelangi atau yang juga dikenal dengan Rainbow Waterfall inilah yang berikutnya masuk dalam daftar tujuan wisata terkenal di Malang. Daya tarik alam ini memiliki pemandangan yang menarik dimana pengunjung bisa melihat pelangi di antara air terjun meski tidak ada hujan. Air terjun setinggi 30 meter sangat cocok untuk bersantai; Anda bisa bermain di air atau sekadar menikmati pemandangan dari gubuk.

Lalu kunjungilah Coban Rondo. Coban rondo adalah air terjun cantik berikutnya yang terletak di desa Pandansari yang menyembunyikan surga yang indah. Untuk mencapai tempat itu, Anda harus berkendara 12 km dari daerah Batu, berjalan menuruni tangga, dan nikmati suasana sejuk yang sejuk, hijau dan santai.

Mengenal Wisata Jogja Lebih Dekat

Mengenal Wisata Jogja Lebih Dekat
Mengenal Wisata Jogja Lebih Dekat

Seperti purbakala barang antik yang mengelilinginya, dan tenggelam dalam budaya dan tradisi yang kaya, Yogyakarta adalah jantung Jawa dan memompa dengan inovasi dan semangat muda. Terbuai di pedalaman pedalaman Jawa Tengah di bawah bayang-bayang Gunung Merapi, dan dikelilingi oleh Samudra Hindia, selatan terkenal dengan seni tradisional dan kontemporer dan menjadi tempat akademisi. Ini juga terselubung mitos dan cerita rakyat. Pusat yang semarak dan menarik wisata Jogja ini pasti akan menangkap hati Anda.

Jadi, sekarang kita sudah diperkenalkan, apa yang kita sebut tempat ini? Yogyakarta adalah ejaan resmi; Sultan menggunakan Ngayojakarto; Penjajah Belanda menggunakan Djogdjakarta; Jogjakarta tersebar luas; dan kemudian biasanya disingkat menjadi Yogya atau Jogja. Pengantar bahasa Jawa Jogja digunakan dalam logo kota, tapi kita akan menggunakan bahasa Indonesia yang sedikit lebih formal, Yogya.

Kembali sebelum nama Yogyakarta dieja sama sekali, kawasan ini merupakan rumah bagi dinasti Hindu, Budha dan animisme selama abad kedelapan sampai 10 abad Masehi. Warisan dinasti tersebut dapat dilihat dengan mengunjungi Borobudur yang luar biasa, monumen Budha terbesar di dunia, dan kompleks candi Hindu Prambanan. Berangsur-angsur, riasan keagamaan daerah berubah dengan perluasan Islam di seluruh pulau. Dinasti Islam Mataram yang berpusat di Kota Gede menjadi kekuatan yang dominan di sini dari akhir abad ke-16 sampai awal abad ke-18.